Intellasia East Asia News – Saham Asia jatuh karena penurunan Wall Street, harga minyak jatuh
FinanceAsia

Intellasia East Asia News – Saham Asia jatuh karena penurunan Wall Street, harga minyak jatuh

Ekuitas Asia sebagian besar tenggelam pada hari Selasa dan harga minyak jatuh menyusul kekalahan di Wall Street karena kecemasan meningkat atas kenaikan suku bunga AS, lonjakan inflasi dan dampak penguncian Covid yang berkepanjangan di China.

Pasar saham global telah mengalami gejolak tahun ini, dengan Wall Street mengalami kekalahan lagi pada hari Senin karena Nasdaq yang kaya teknologi merosot lebih dari empat persen sementara S&P 500 berakhir di bawah 4.000 poin untuk pertama kalinya sejak Maret 2021.

Penurunan tajam dalam ekspor China April karena kepatuhan Beijing yang teguh pada kebijakan nol-Covid yang telah mendorong jutaan orang di dalam ruangan dan volatilitas minyak mentah sebagian karena perang Rusia di Ukraina juga telah mempercepat pertumpahan darah.

“Kami biasanya tidak terlalu memperhatikan pergerakan pasar jangka pendek, tetapi ada beberapa kekhawatiran yang muncul di pasar bahwa kami mungkin berada di puncak peristiwa penting,” kata Peter Esho, salah satu pendiri di Wealthi, sebuah properti investasi. platform.

“Pada akhirnya, pandangan kami adalah bahwa setiap kali Federal Reserve AS berupaya menaikkan suku bunga, ekonomi dan pertumbuhan akan hancur dan mengirim kami kembali ke titik awal.”

Pasar saham AS merosot akhir pekan lalu setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga setengah poin persentase dan menandai kenaikan yang lebih agresif ke depan untuk mengatasi inflasi yang tinggi selama beberapa dekade.

Lebih lanjut memicu tekanan inflasi global adalah penguncian di lusinan kota di China dari pusat manufaktur Shenzhen dan Shanghai hingga sumber makanan Jilin yang telah mendatangkan malapetaka pada rantai pasokan selama beberapa bulan terakhir.

Penurunan ekuitas bertahan pada Senin di Wall Street, sementara Frankfurt, London dan Paris semuanya turun lebih dari dua persen.

Tokyo pada hari Selasa dibuka turun 0,7 persen, dengan pedagang Jepang resah atas pengetatan moneter AS. Seoul, Wellington, Singapura, dan bahkan Jakarta yang menjadi satu-satunya titik terang selama beberapa hari terakhir juga merosot.

“Pasar menjadi semakin tidak dapat diinvestasikan,” kata Stephen Innes dari SPI Asset Management.

“Kita bisa mendekati ‘modus jual-segalanya’ kapitulasi karena hampir tidak mungkin untuk membangun argumen bullish untuk pasar yang lebih luas.”

kesengsaraan bitcoin

Di ranah mata uang digital, bitcoin juga merosot serendah $29.764 lebih dari setengah nilainya sejak lonjakan November melihat token mencapai rekor hampir $69.000.

Penurunan nilai yang begitu drastis belum terlihat sejak Juli 2021.

Analis mengatakan investor tradisional cenderung melihatnya sebagai aset yang lebih berisiko dan telah melepas bitcoin dan token digital lainnya sebagai tanggapan atas meningkatnya ketakutan akan volatilitas pasar.

Minyak mentah yang pernah dianggap sebagai tempat berlindung yang agak aman juga terpukul pada hari Senin ketika jatuh lebih dari lima persen, dengan patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea turun menjadi $106,77 per barel, sementara kontrak utama AS WTI adalah $103,87.

Pada hari Selasa, penurunan tampaknya mereda meskipun masih lebih rendah, dengan Brent diperdagangkan di sekitar $104,70 dan WTI di $101,91.

“Tidak ada tempat untuk bersembunyi sekarang. Jika Anda mencari hijau di layar, itu sangat minim, terutama di sektor teknologi, ”kata Victoria Greene, kepala investasi di G Squared Private Wealth, kepada Bloomberg.

Angka-angka kunci sekitar 0230 GMT

Indeks Hang Seng Hong Kong: TURUN 2,3 persen di 19,541,24

Shanghai Composite: NAIK 0,4 persen pada 3.016,26

Tokyo Nikkei 225: TURUN 0,9 persen pada 26.074,53 (penembusan)

Minyak mentah Brent North Sea: TURUN 1,2 persen pada $104,58 per barel

West Texas Intermediate: TURUN 1,26 persen pada $101,79 per barel

euro/dolar: NAIK pada $1,0574 dari $1,0563 pada hari Senin

Pound/dolar: NAIK pada $1,2367 dari $1,2331

euro/pound: TURUN pada 85,50 pence dari 85,64 pence

Dolar/yen: NAIK pada 130,36 yen dari 130,26 yen

New York Dow: TURUN 2,0 persen pada 32.245,70 (penutupan)

London FTSE 100: TURUN 2,3 persen pada 7.216,58 (tutup)

https://sg.news.yahoo.com/asian-stocks-fall-wall-street-031402396.html

Kategori: FinanceAsia


Cetak Postingan Ini

sydney hari ini juga merupakan sebuah kata kunci yang para togelers sdy sekarang ini bisa mengfungsikan terhadap mesin pencarian anda. Karena sesungguhnya togel sidney yang ulang marak saat ini ini, Team kita pun tidak tinggal diam dalam sediakan informasi ataupun siaran segera angka sdy / sidney yang sah dan resmi.

Selain melihat Keluaran Sidney melalui tabel data sdy. Kini kamu terhitung sanggup melihat keluaran sdy secara live yang di namakan live draw sydney 6d. Hasil kali ini bisa kamu lihat bersama angka 6d sekaligus. Live draw sydney 6d cuma dapat disaksikan lewat website resmi. Kami menambahkan sarana live draw sydney 6d agar para bettor bisa memahami hasil nomor 6d.

Toto sydney merupakan istilah terakhir berasal dari togel sdyney. Kata dari toto sydney sesungguhnya tetap asing terdengar di telinga. Di peluang kali ini kamu pun udah menyadari makna berasal dari toto sydney. Hal yang menarik berasal dari toto sydney ini adalah kamu bisa memandang sydney prize 6d. Yang terbantu berasal dari sydney prize 1, sydney prize 2, sydney prize 3. Semua hasil sgp result sanggup anda memandang lewat toto sydney.